
Optimisme pasar keuangan global meningkat setelah data terbaru menunjukkan peluang kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember 2025. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) kini mencapai sekitar 67 hingga 70 persen.
Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta tekanan dari ketidakpastian fiskal yang dipicu oleh penutupan pemerintah (shutdown) selama lebih dari sebulan. Para analis menilai, pemangkasan moderat akan membantu menjaga momentum ekonomi menjelang akhir tahun tanpa menyalakan kembali tekanan inflasi.
"Pasar sudah memposisikan diri untuk satu kali pemangkasan pada Desember," ujar seorang analis makro dari Wall Street. "The Fed ingin menyeimbangkan antara menjaga inflasi tetap terkendali dan mencegah perlambatan ekonomi yang lebih tajam.
Selain skenario pemangkasan 25 bps, sebagian kecil pelaku pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan lebih besar, hingga 50 bps, dengan peluang sekitar 20“25 persen. Namun, sebagian besar analis menilai skenario tersebut masih terlalu agresif, mengingat inflasi inti AS masih bertahan di atas target 2 persen.
Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga Desember bukan keputusan yang pasti, dan akan sangat bergantung pada data inflasi serta laporan ketenagakerjaan yang dirilis menjelang pertemuan FOMC.
Ekspektasi terhadap pelonggaran moneter ini juga berdampak ke pasar komoditas. Harga emas bergerak stabil di kisaran $4.115 per ons, karena investor menimbang potensi pelemahan dolar AS jika suku bunga benar-benar diturunkan.
Dengan peluang pemangkasan suku bunga mendekati 70 persen, pelaku pasar kini bersiap menyambut periode kebijakan moneter yang lebih longgar di awal 2026, meski sebagian ekonom memperingatkan bahwa langkah terlalu cepat bisa membuka kembali risiko inflasi di paruh kedua tahun depan.(Cay)
Sumber: Newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...